
Tingkat risiko usaha OSS menentukan jenis perizinan yang perlu pelaku usaha penuhi sebelum atau saat menjalankan kegiatan bisnis. Karena setiap kegiatan memiliki karakter dan potensi risiko yang berbeda, kebutuhan izinnya juga tidak selalu sama. Ada usaha yang cukup memiliki NIB, sementara kegiatan lain memerlukan Sertifikat Standar atau Izin.
Pemerintah menerapkan pendekatan tersebut melalui Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Saat ini, PP Nomor 28 Tahun 2025 menjadi salah satu dasar utama penyelenggaraannya. Sistem OSS sendiri mengelompokkan kegiatan usaha ke dalam empat tingkat risiko yang menentukan izin dan kewajiban usaha.
Mengenal Tingkat Risiko Usaha OSS
Penentuan risiko membantu pemerintah menyesuaikan persyaratan perizinan dengan karakter kegiatan usaha. Dengan pendekatan ini, usaha berisiko rendah tidak harus menghadapi persyaratan yang sama dengan usaha berisiko tinggi.
Dalam praktiknya, sistem membagi risiko menjadi empat kategori, yaitu:
- risiko rendah;
- risiko menengah rendah;
- risiko menengah tinggi; dan
- risiko tinggi.
Setiap kategori membawa konsekuensi perizinan yang berbeda. Karena itu, pelaku usaha perlu mengetahui kategorinya sejak awal.
Ingin memahami sistemnya lebih dahulu? Baca juga artikel DenLegal “Apa Itu OSS Berbasis Risiko? Panduan untuk Pelaku Usaha.”
Tingkat Risiko Usaha OSS untuk Risiko Rendah
Untuk kegiatan dengan risiko rendah, pelaku usaha memerlukan Nomor Induk Berusaha (NIB). NIB tidak hanya berfungsi sebagai identitas pelaku usaha, tetapi juga menjadi Perizinan Berusaha sekaligus bukti legalitas untuk menjalankan kegiatan berusaha pada kategori ini. Khusus UMK berisiko rendah, NIB berlaku sebagai perizinan tunggal sesuai ketentuan yang berlaku.
Masih ingin memahami fungsi NIB? Baca juga artikel DenLegal “Apa Itu NIB? Yuk, Kenali Fungsi dan Manfaatnya untuk Usaha!”
Tingkat Risiko Usaha OSS pada Kategori Menengah
Kategori menengah terbagi menjadi menengah rendah dan menengah tinggi. Keduanya membutuhkan NIB dan Sertifikat Standar, tetapi proses pemenuhan standarnya berbeda.
Pada risiko menengah rendah, pelaku usaha membuat pernyataan mandiri melalui OSS untuk memenuhi dan menjalankan standar kegiatan usahanya. Pelajari juga apa itu Sertifikat Standar dan kapan dibutuhkan usaha.”
Untuk risiko menengah tinggi, pelaku usaha juga memerlukan NIB dan Sertifikat Standar. Namun, ketentuannya melibatkan verifikasi pemenuhan standar sesuai regulasi yang berlaku.
OSS menyediakan panduan tersendiri untuk pengajuan perizinan kategori rendah/menengah rendah serta menengah tinggi/tinggi.
Risiko Tinggi Memerlukan NIB dan Izin
Pada kegiatan risiko tinggi, pelaku usaha memerlukan NIB dan Izin. Persyaratan yang lebih ketat sejalan dengan besarnya potensi risiko dari kegiatan tersebut.
Karena itu, jangan menganggap NIB otomatis melengkapi seluruh legalitas usaha. Pelaku usaha perlu melihat tingkat risiko dan persyaratan yang muncul sesuai kegiatan bisnisnya.
Untuk mengecek legalitas setelah NIB terbit, baca artikel DenLegal “Legalitas Usaha Setelah Punya NIB: Yuk, Cek Apakah Sudah Lengkap!”
KBLI Menentukan Kategori Risiko Usaha
Pemilihan KBLI menjadi bagian penting dalam proses perizinan. Regulasi menetapkan tingkat risiko dan skala kegiatan untuk bidang usaha berdasarkan KBLI lima digit. Hasil analisis tersebut kemudian menjadi dasar untuk menentukan jenis Perizinan Berusaha.
Karena itu, pelaku usaha perlu memilih KBLI yang benar-benar menggambarkan kegiatan bisnisnya. Jangan sekadar memilih kode karena namanya terlihat mirip.
Cek Kebutuhan Izin Sebelum Menjalankan Usaha
Memahami kategori risiko kegiatan usaha membantu pelaku usaha mengetahui apakah mereka memerlukan NIB saja, NIB dan Sertifikat Standar, atau NIB dan Izin.
Sebelum menjalankan kegiatan, periksa KBLI, kategori risiko, serta persyaratan yang muncul melalui OSS. Langkah ini membantu pelaku usaha menyiapkan legalitas secara lebih terarah dan mengurangi risiko salah memilih perizinan.
Untuk pengecekan resmi, pelaku usaha dapat menggunakan Sistem OSS dan merujuk pada PP Nomor 28 Tahun 2025.
Selain NIB, Sertifikat Standar, atau Izin, kegiatan usaha tertentu juga dapat memiliki kewajiban PB UMKU sesuai sektor dan kegiatan usaha yang dijalankan. Untuk memahami pengertian dan kapan PB UMKU diperlukan, pelaku usaha dapat melihat apa itu UMKU dan kapan dibutuhkan untuk usaha.
Apa saja tingkat risiko usaha di OSS?
Apa perbedaan risiko menengah rendah dan menengah tinggi?
Apakah usaha risiko rendah cukup dengan NIB?
Bagaimana cara mengetahui tingkat risiko usaha di OSS?
DenLegal — Tercepat, Termurah, Terpercaya.
WhatsApp: 0821-2134-2828